
Penulis dan Foto : Ary Mendrova
Kitakidik, Kubu Raya – 2 juta hekar hutan di Kalimantan Barat (Kalbar) yang terbakar tidak hanya disebabkan faktot cuaca, manusia j menjadi faktor juga, jelas Kapolda Kalbar, Irjen. Pol. Albert Teddy Benhard Sianipar, S.I.K., M.H dalam sambutannya di hadapan sejumlah tokoh Ketua Masyarakat adat, etnis Wakil Bupati Kubu Raya, dan Mantan Rektor Untan Prof. Hairil Efendi.
Masih kata Irjen ATB Sianipar, bahwa dampak kebakaran hutan juga menimbulkan sengketa terutama di wilayah sengketa antara perusahaan dan masyarakat.
Dampak lainnya, disebabkan elnino, sehingga menimbulkan kekeringan sumber air, akibatnya gagal panen, tandasnya.
Sementara dari segi pendidikan, tutur Kapolda Kalbar, anak sekolah diliburkan.
Yang jelas dan pasti, terkait adanya Karhutla ini, Polri tetap humanis dalam penanganan Hukum didalam masyarakat.
Hal lainnya yang menjadi perhatian Polri penyebaran hoaks di media sosial (medsos), dan ujaran kebencian yang merupakan berita bohong yang di buat untuk kebohongan publik, dimana hal-hal bohong yang terus menerus di bicarakan akan menjadi suatu kebenaran.
Menyoroti pembangunan infrastruktur dan investasi, memiliki dampak positif dan negatif, dampak negatif dari Kesehatan lingkungan dan juga dampak investasi pembabatan hutan, tegasnya.
Kapolda Kalbar menyampaikan jangan sampai menjadi gunung rs. Jadi harus di selesaikan di puncaknya jangan sampai ada permasalahan di bawah.






