Labfor Polda Sumut Periksa SPPG Karo, Sisa Makanan Siswa SMAN 1 Berastagi Dibawa untuk Uji Laboratorium

by

KitaLidik.com | Kabanjahe : Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara bersama personel Inafis Polres Tanah Karo melakukan pemeriksaan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karo yang berada di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Jumat (15/8/2026).

Pemeriksaan tersebut dilakukan setelah muncul dugaan keracunan makanan yang dialami ratusan siswa SMA Negeri 1 Berastagi usai menyantap makanan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

SPPG yang menjadi lokasi pemeriksaan berada di dalam kawasan Kodim 0205/Tanah Karo. Tim Labfor melakukan olah tempat kejadian perkara sekaligus mengamankan sejumlah barang yang dinilai berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Sisa Makanan dan Limbah Diperiksa

Dalam proses penyelidikan, petugas memeriksa sejumlah sampel, termasuk sisa makanan serta material dari tempat pembuangan limbah SPPG.

Sebagian barang bukti kemudian diamankan dan dibawa untuk menjalani pemeriksaan laboratorium. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kandungan maupun faktor yang diduga menjadi penyebab munculnya keluhan kesehatan pada para siswa.

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai penyebab pasti kejadian yang menimpa siswa SMAN 1 Berastagi.

Kodim 0205/Tanah Karo Tegaskan Hanya Menyediakan Lokasi

Dandim 0205/Tanah Karo, Letkol Inf Robert Panjaitan, menegaskan bahwa pihak Kodim hanya menyediakan lokasi untuk kegiatan operasional dapur MBG.

Menurutnya, proses pengolahan makanan maupun pengadaan bahan pangan untuk program tersebut tidak berada di bawah pengelolaan Kodim.

“Kami meminta kepada instansi terkait agar segera memeriksa apa penyebabnya sehingga ada siswa yang diduga keracunan akibat menyantap MBG dari SPPG Karo Sempajaya ini,” ujar Robert.

Ia juga menegaskan keberadaan dapur MBG di kawasan Kodim tidak berarti Kodim terlibat dalam pengelolaan maupun penyediaan makanan.

“Dapur MBG ini memang berada di area Kodim, namun Kodim hanya menyediakan tempat. Untuk masalah masak-memasak maupun penyedia sayur-mayur dan ikan, kami tidak mencampuri,” tegasnya.

Robert kembali menekankan bahwa Kodim 0205/Tanah Karo tidak terlibat dalam operasional dapur MBG maupun kegiatan Badan Gizi Nasional (BGN) yang berlangsung di lokasi tersebut.

247 Siswa Terdampak, Kondisi Berangsur Membaik

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Berastagi, Normawati Br Ginting, mengungkapkan sebanyak 247 siswa di sekolah tersebut terdampak dan telah mendapatkan penanganan medis.

Para siswa sebelumnya dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RS Efarina, RS Amanda, RSUD Kabanjahe, dan RS Mina Kabanjahe.

“Semalam siswa tersebut sudah kita antar ke RS Efarina, RS Amanda, RSUD Kabanjahe, dan RS Mina Kabanjahe. Alhamdulillah kondisi kesehatan siswa sudah berangsur pulih,” kata Normawati.

Pihak sekolah juga terus melakukan pemantauan terhadap siswa yang masih membutuhkan perawatan.

“Tadi setelah rapat, saya langsung perintahkan guru untuk mendampingi siswa yang masih di rumah sakit. Tadi juga masih ada tiga orang siswa yang mengalami pusing dan langsung kita antar ke RS Amanda,” ujarnya.

Saat ini, penyelidikan masih berlangsung dengan melibatkan Labfor Polda Sumut, BGN RI, serta Dinas Kesehatan. Pemeriksaan sampel makanan dan barang bukti diharapkan dapat mengungkap penyebab kejadian secara ilmiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *