KitaLidik.com | DELI SERDANG : Dugaan keracunan makanan yang dialami santri dan tenaga pengajar setelah mengikuti peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, kembali menjadi perhatian. Empat santri Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Mazilah kembali dibawa ke Rumah Sakit (RS) Sufi Sehat pada Sabtu (24/10/2026) pagi setelah mengalami muntah-muntah dan buang air besar (BAB) berulang kali sejak Jumat malam.
Pengasuh Ponpes Darussalam Mazilah, Ustaz Dahrul Yusuf, membenarkan bahwa keempat santri tersebut mengalami gangguan kesehatan dan harus kembali mendapatkan pemeriksaan medis. Mereka dikhawatirkan turut mengalami gangguan kesehatan yang berkaitan dengan dugaan keracunan makanan karena sebelumnya juga menyantap nasi bungkus yang dibagikan dalam kegiatan HSN 2026 di lingkungan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang, Lubuk Pakam, pada Kamis (22/10/2026).
Empat Santri Mengalami Gejala pada Jumat Malam
Berdasarkan keterangan Ustaz Dahrul Yusuf, keempat santri tersebut mulai mengalami keluhan muntah-muntah dan BAB berulang kali pada Jumat malam. Kondisi itu kemudian mendorong mereka dibawa kembali ke RS Sufi Sehat pada Sabtu pagi untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
Ustadz Dahrul membenarkan bahwa keempat santri tersebut turut menyantap nasi bungkus yang disediakan panitia pelaksana HSN 2026 tingkat Kabupaten Deli Serdang. Kesamaan makanan yang dikonsumsi menimbulkan kekhawatiran bahwa keluhan mereka mungkin berkaitan dengan dugaan keracunan makanan yang sebelumnya dialami sejumlah santri dan guru.
Meski demikian, hubungan antara makanan tersebut dan gejala yang dialami keempat santri belum dapat dipastikan. Penyebabnya masih memerlukan pemeriksaan medis dan penelusuran lebih lanjut oleh instansi berwenang.
Menunggu Hasil Pemeriksaan Dokter
Ustaz Dahrul Yusuf menjelaskan, keputusan mengenai apakah keempat santri tersebut harus menginap untuk menjalani perawatan atau sudah diperbolehkan pulang pada Sabtu sore bersama pasien lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan dokter.
Menurutnya, kondisi kesehatan masing-masing santri menjadi pertimbangan utama dalam menentukan apakah mereka dapat meninggalkan rumah sakit atau masih memerlukan perawatan lanjutan.
Ia berharap seluruh santri dan guru yang mengalami gangguan kesehatan segera pulih serta memperoleh penanganan medis yang diperlukan.
Pemkab Deli Serdang Diminta Tetap Memberikan Perhatian
Dahrul Yusuf berharap Pemerintah Kabupaten Deli Serdang terus memberikan perhatian kepada para santri dan guru yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengikuti kegiatan HSN 2026. Ia menilai pemantauan perlu dilakukan hingga seluruh pasien benar-benar pulih, termasuk setelah mereka kembali ke pondok pesantren masing-masing.
Ia juga membenarkan bahwa perwakilan Pemkab Deli Serdang telah menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan mengunjungi pasien yang menjalani perawatan.
Sebelumnya, berdasarkan data yang disampaikan narasumber, sebanyak 30 santri dan tenaga pengajar tercatat mendapatkan perawatan di tiga rumah sakit, yakni RS Madani, RS Joko, dan RS Sufi Sehat.
Informasi awal menyebutkan sejumlah peserta mengalami keluhan mual, muntah-muntah hingga demam setelah mengikuti kegiatan HSN 2026. Dahrul Yusuf juga menduga sebagian lauk ikan nila yang dibagikan dalam nasi bungkus berlendir dan mengeluarkan bau tidak sedap.
Namun, dugaan mengenai kondisi makanan dan kaitannya dengan gangguan kesehatan para peserta belum dapat dipastikan.
Penyebab pasti kejadian tersebut masih memerlukan pemeriksaan medis serta penelusuran dari instansi berwenang.
Kembalinya empat santri ke rumah sakit menjadi perhatian terhadap perkembangan kasus ini. Pemantauan kondisi pasien dan evaluasi keamanan makanan dalam kegiatan yang melibatkan banyak peserta diharapkan dapat dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang.






