KitaLidik.com | DELI SERDANG : Sebanyak 30 santri dan tenaga pengajar dilaporkan mendapatkan perawatan medis di tiga rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan makanan seusai mengikuti kegiatan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian setelah sejumlah peserta mengalami keluhan berupa mual, muntah-muntah, hingga demam usai menyantap nasi bungkus yang dibagikan dalam kegiatan tersebut.
Berdasarkan hasil konfirmasi dengan Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Mazillah, Ustaz Darul, terdapat 30 nama yang tercatat dalam daftar pasien di tiga rumah sakit, yakni RS Madani, RS Joko, dan RS Sufi Sehat.
Para santri dan tenaga pengajar tersebut berasal dari sejumlah pondok pesantren, yaitu Ponpes Mazillah, Darussifa, Nurul Hakim, dan Hidayatullah.
30 Nama Pasien Tercatat di Tiga Rumah Sakit
Ustaz Darul menyampaikan daftar nama pasien yang mendapatkan perawatan medis. Rinciannya, tiga orang tercatat di RS Madani, dua orang di RS Joko, dan 25 orang di RS Sufi Sehat.
Di RS Madani, tiga nama yang tercatat adalah Uti Alpa, Habib, dan Amin.Sementara itu, di RS Joko, terdapat dua nama, yakni Mualim Arsad dan Pak Hamdani.
Adapun di RS Sufi Sehat, terdapat 25 nama yang tercatat, yaitu Umi, Wak Atik, Riyana, Fida, Naura, Kania, Nisa, Sabila, Zahra, Fitra, Bilqis, Oliv, Rahma, Sadiq, Robbah, Rehan, Marvin, Maulana, Arif, Amar, Arya, Kaifal, Uti Fitri, Mumtaz, Naya, Fatir, dan Bu Putri.
Daftar tersebut disampaikan Ustaz Darul dalam keterangannya terkait para santri dan tenaga pengajar yang mendapatkan perawatan setelah kejadian tersebut.
Diduga Bermula Setelah Menyantap Nasi Bungkus
Menurut informasi yang disampaikan kepada awak media, keluhan kesehatan mulai diketahui setelah rombongan pulang dari kegiatan Hari Santri Nasional di Lubuk Pakam pada Kamis (22/10/2026) malam.
Ustaz Darul menjelaskan bahwa sejumlah santri mengalami muntah-muntah dan demam setelah pulang dari kegiatan tersebut.
Makanan yang dibagikan kepada peserta berupa nasi bungkus dengan sejumlah pilihan lauk, di antaranya ikan nila, daging, dan ayam.
Dalam keterangannya, Ustaz Darul menduga sebagian lauk ikan nila berada dalam kondisi berlendir dan mengeluarkan bau tidak sedap. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah makanan tersebut berkaitan dengan gangguan kesehatan yang dialami para peserta.
Sejumlah peserta disebut menyantap makanan tersebut karena belum makan sejak pagi. Setelah kegiatan berakhir, keluhan kesehatan muncul dan beberapa orang kemudian mendapatkan penanganan medis.
Pemkab Deli Serdang Janji Tindak Lanjuti
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemkab Deli Serdang, Gento Herlambang, saat dikonfirmasi awak media menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut, termasuk mengunjungi santri yang menjalani perawatan medis.
“Ini akan kita tindaklanjuti, termasuk mengunjungi santri yang mendapat perawatan medis,” kata Gento.
Pernyataan tersebut menjadi perhatian bagi para pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan Hari Santri Nasional, terutama terkait pengawasan penyediaan makanan bagi peserta.
Penyebab Pasti Menunggu Pemeriksaan
Hingga berita ini disusun, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para santri dan tenaga pengajar tersebut belum dapat dipastikan. Dugaan keracunan makanan perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan medis, penelusuran sumber makanan, serta pengujian sampel apabila tersedia.
Pihak terkait diharapkan memastikan seluruh pasien memperoleh penanganan yang diperlukan dan memberikan informasi mengenai perkembangan kondisi mereka.
Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap keamanan dan kelayakan makanan dalam kegiatan yang melibatkan banyak orang, khususnya kegiatan pendidikan dan keagamaan yang diikuti para santri.





