KitaLidik.com | JEMBER : Kesempatan untuk terus belajar tetap terbuka bagi warga binaan di Lapas Kelas IIA Jember. Melalui program pendidikan kesetaraan, warga binaan mengikuti kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan secara rutin setiap Senin hingga Kamis dengan pendampingan mentor dari PKBM Al-Muttaqin.
Program pendidikan kesetaraan tersebut merupakan bagian dari pembinaan yang dilaksanakan melalui Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkeswat). Kegiatan ini menjadi wadah bagi warga binaan yang ingin melanjutkan pendidikan sekaligus memperoleh pengetahuan selama menjalani masa pidana.
Pelaksanaan pembelajaran berlangsung secara terjadwal dengan materi yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan yang diikuti. Para warga binaan mengikuti proses belajar bersama mentor, mulai dari menerima materi hingga mengerjakan tugas yang diberikan selama kegiatan berlangsung.
Kalapas Jember, Wahyu Susetyo, menyampaikan bahwa pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan. “Kami ingin warga binaan tetap memiliki kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kemampuan selama berada di Lapas. Pendidikan ini bukan hanya tentang mendapatkan ijazah, tetapi juga bagaimana mereka memiliki bekal pengetahuan ketika nantinya kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Kehadiran mentor dari PKBM Al-Muttaqin turut memberikan pendampingan secara langsung selama proses pembelajaran. Selain menyampaikan materi, mentor juga membantu warga binaan mengikuti kegiatan belajar secara terarah sesuai dengan program pendidikan yang sedang ditempuh.
Dari pihak PKBM Al-Muttaqin menyampaikan bahwa proses belajar bagi warga binaan tetap dapat berjalan dengan baik selama terdapat kemauan dan konsistensi dari peserta. Pendampingan yang dilakukan secara rutin diharapkan dapat membantu warga binaan mengikuti pembelajaran hingga menyelesaikan jenjang pendidikan yang ditempuh.
Salah seorang warga binaan yang mengikuti program pendidikan kesetaraan mengaku senang dapat kembali mengikuti kegiatan belajar. Menurutnya, pembelajaran yang diberikan tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memberikan motivasi untuk terus memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan setelah menyelesaikan masa pidana.
Pembelajaran yang berlangsung rutin menjadi bagian dari proses pembinaan WBP di Lapas Jember. Bekal pendidikan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi modal bagi mereka untuk melanjutkan kehidupan dan beradaptasi kembali di tengah masyarakat.






