KitaLidik.com | JEMBER : Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jember terus memperkuat program pembinaan kepribadian bagi warga binaan. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui kegiatan pembinaan kerohanian yang memberikan ruang bagi warga binaan untuk menjalankan ibadah sekaligus melakukan refleksi diri.
Kegiatan pembinaan keagamaan bagi warga binaan beragama Katolik dan Kristen dilaksanakan di ruang pembinaan Lapas Jember, Selasa (15/9/2026). Pelaksanaan berlangsung tertib dan khidmat dengan pendampingan petugas pembina kepribadian serta rohaniawan.
Dalam kegiatan tersebut, warga binaan Katolik mengikuti misa, sementara warga binaan Kristen melaksanakan kebaktian. Pelaksanaan ibadah dilakukan sesuai tata cara masing-masing agama sehingga warga binaan dapat menjalankan kewajiban keagamaannya dengan nyaman dan tertib.
Bagi Lapas Jember, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi aktivitas ibadah rutin. Pembinaan kerohanian juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran dan karakter warga binaan selama menjalani masa pidana.
Melalui pesan-pesan keagamaan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, warga binaan diajak melakukan introspeksi terhadap perjalanan hidup, memahami pentingnya perubahan perilaku, serta menumbuhkan motivasi untuk menjalani proses pembinaan secara positif.
Kepala Lapas Kelas IIA Jember mengatakan, pembinaan kepribadian memiliki peran penting dalam mendukung proses pemasyarakatan. Menurutnya, pembinaan tidak hanya diarahkan pada peningkatan keterampilan, tetapi juga pada pembentukan mental dan karakter warga binaan.
“Kegiatan ibadah ini merupakan bagian dari pemenuhan hak warga binaan sekaligus menjadi sarana pembinaan kepribadian. Kami berharap melalui kegiatan kerohanian yang dilaksanakan secara rutin, warga binaan dapat semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, memperoleh ketenangan batin, serta memiliki kesadaran untuk terus memperbaiki diri,” ujar Kalapas Jember.
Ia menambahkan, pembinaan keagamaan diharapkan dapat membantu warga binaan menjalani masa pidana dengan sikap yang lebih konstruktif.
Nilai-nilai spiritual yang diperoleh selama mengikuti kegiatan diharapkan dapat mendorong mereka untuk mengevaluasi diri dan mengambil pelajaran dari pengalaman masa lalu.
Selain membangun aspek spiritual, kegiatan bersama dalam lingkungan pemasyarakatan juga menjadi sarana untuk menumbuhkan sikap saling menghormati. Warga binaan didorong untuk menjaga ketertiban, menghargai perbedaan keyakinan, serta membangun hubungan sosial yang sehat selama berada di dalam Lapas.
Nilai-nilai tersebut dinilai penting sebagai bekal bagi warga binaan ketika nantinya kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Proses pembinaan diharapkan tidak berhenti pada perubahan selama berada di dalam Lapas, tetapi juga dapat menjadi modal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah selesai menjalani masa pidana.
Lapas Kelas IIA Jember berkomitmen menjaga keberlanjutan program pembinaan kerohanian sebagai bagian dari pembinaan warga binaan secara menyeluruh. Kolaborasi antara petugas, rohaniawan, serta pihak terkait juga terus didorong agar kegiatan pembinaan dapat berjalan secara terarah dan memberikan manfaat bagi warga binaan.
Dengan pendekatan pembinaan yang mencakup aspek mental, spiritual, dan sosial, Lapas Jember berharap proses pemasyarakatan dapat membantu warga binaan mempersiapkan diri untuk kembali berperan secara positif di tengah masyarakat.






