Kitalidik, Jakarta – Pertemuan berbagai relawan ke rumah pribadi presiden ke-7 RI, Jokowi di Solo, salah satu poin utama yang dibahas adalah memastikan Gibran menjadi Wapres kembali di 2029 – 2034 mendampingi Presiden Prabowo?
Secara histori sejarah, tak mungkin.Sebut saja Presiden ke-2 RI, Soeharto yang berkuasa selama 32 tqhun, yang dalam berbagai jabatannya hanya satu kali peride saja yang mendampinginya sebagai Wapres. Mulai Adam Malik, Sri Sultan Hamengkubuwono ke-9, Sudharmono, Tri Sutrisno dll, itu di era orde baru.Orde Reformasi pun demikian, Presiden ke-5 RI, SBY berpasangan dengan JK satu periode, berikutnya SBY didampingi Boediono.
Hal tersebut juga bisa dilihat dari pasangan capres.Prabowo di 2014, cawapresnya Hatta Rajasa, 2019 Sandiaga Uno, 2024 Gibran. Demikian dengan Capres Megawati di 2009 didampingi Prabowo, 2014 Hasyim Muzadi.
Ternyata hal yang sama di lakukan Jokowi, 2014 cawapresnya JK, 2019 KH Ma’ruf Amin.
Menurut pengamat politik yang juga Direkrur Eksekutif Indikator Politik, Burhanudin Muhtadi dalam podcast bersama Direktur Utama Nusantara TV, Don Bosco Selamun, “Secara histori sejarah pemilu, belum pernah terjadi presiden yang maju untuk dua periode didampingi oleh pasangan sebelumnya, selalu berganti pasangan. Jokowi pun melakukan pergantian pemain pendamping di dua periode berikutnya setelah sebelumnya bersama JK, kemudian KH Ma’ruf Amin,” jelasnya.
Pendapat senada disampaikan Direktur Eksekutif Trias Politika, Agung Baskoro, dalam salah satu podcast, “sangat tidak mungkin presiden dan wapres di periode pertama bersama lagi di dua periode, selalu berganti pendamping untuk cawapresnya,”tegasnya.
Jika, histori sejarah di pilpres menjadi kenyataan, maka Gibran perlu maju untuk menjadi Capres 2029 atu bisa juga mendampingi capres lain non Prabowo.
Namun, pertanyaannya apa yang menyebabkan berbagai relawan Jokowi ingin Gibran dua periode mendampingi Prabowo di 2029?
Kemungkinannya, Prabowo akan sulit dikalahkan di pilpres 2029.Jadi relawan melihat celah itu, bahwa dengan Gibran dipasangkan kembali bersama Ketua Umum Partai Gerindra peluangnya besar terjadi.
Dan, itu bisa menjadi tabungan politik Gibran di Pilpres 2034, peluang sebagai Capres dan memenangkan pilpres 2034 semakin terbuka lebar, karena berbagai Ketua Umum Partai yang selalu lolos Senayan sudah semakin tua, mungjin itu tujuan utama berbagai relawan ingin Gibran 2 periode asal bersama Prabowo.
Alasan-alasan itu menjadi masuk akal, ketika Jokowi safari politik ke berbagai daerah.Tujuan dari safari Jokowi itu jelas, bahwa pendukung Jokowi masih ada dan banyak, jika Gibran tidak dipasangkan kembali bersama Prabowo, bahwa alarm politik 2029 akan berguncang dengan kencangnya.
Yang jelas, apakqh Prabowo akan menganut histori sejarah pemilu atau mengubah histori itu?,Kita tunggu di 2029.(ronaldy)






