Bangunan Perumahan Mewah di Sidorejo Hilir Disorot, Warga Pertanyakan Kesesuaian PBG dan Drainase

by

KitaLidik.com  | Medan : Pembangunan kawasan perumahan di sekitar Jalan Kemenangan/Jalan Tangkul dan Jalan Dahlia, Kelurahan Sidorejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, mendapat perhatian dari sejumlah warga setempat.

Sorotan tersebut berkaitan dengan dugaan adanya ketidaksesuaian antara jumlah unit bangunan yang tercantum pada Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dengan jumlah bangunan yang terlihat di lokasi. Namun, dugaan tersebut masih perlu diverifikasi oleh instansi berwenang maupun pihak pengembang.

Salah seorang warga di kawasan Jalan Kemenangan/Jalan Tangkul yang meminta disebut bermarga Lubis mengatakan, berdasarkan informasi yang terlihat pada papan PBG di lokasi, izin tersebut diduga mencantumkan pembangunan sebanyak 14 unit.

Sementara itu, warga memperkirakan jumlah bangunan yang telah berdiri di kawasan tersebut mencapai sekitar 28 unit.

“Kalau memang terdapat perbedaan antara jumlah unit yang tercantum dalam PBG dengan bangunan yang direalisasikan, tentu perlu dilakukan pemeriksaan oleh instansi terkait untuk memastikan apakah pembangunan sudah sesuai dengan izin yang diterbitkan,” ujar Lubis kepada wartawan, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan perlu dilakukan secara berjenjang, terutama untuk memastikan setiap pembangunan gedung maupun kawasan perumahan memenuhi ketentuan perizinan dan tata ruang yang berlaku.

Ia juga meminta Pemerintah Kota Medan melalui instansi terkait melakukan pengecekan terhadap dokumen PBG serta kondisi faktual di lapangan. Jika ditemukan ketidaksesuaian, masyarakat berharap pemerintah mengambil langkah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain persoalan dugaan kesesuaian PBG, warga juga menyoroti aspek drainase. Mereka khawatir perubahan kontur dan peninggian lahan pada kawasan perumahan dapat memengaruhi aliran air, khususnya ketika hujan deras.

“Yang kami khawatirkan adalah persoalan drainase. Kalau kawasan perumahan lebih tinggi dari jalan dan rumah warga, kami berharap sistem pembuangan air dipastikan terlebih dahulu agar tidak menimbulkan persoalan baru ketika hujan deras,” katanya.

Hal senada disampaikan Benny, warga Jalan Dahlia, Kelurahan Sidorejo Hilir. Ia menegaskan bahwa masyarakat pada prinsipnya tidak menolak pembangunan perumahan tersebut.

Menurut Benny, yang menjadi perhatian warga adalah kesiapan infrastruktur lingkungan, terutama saluran drainase yang dapat menampung dan mengalirkan air dari kawasan perumahan secara baik.

“Kami bukan menolak pembangunan. Yang kami harapkan, drainase dan sistem pembuangan air diperhatikan terlebih dahulu karena ini menyangkut lingkungan dan kepentingan warga sekitar,” ujarnya.

Warga berharap Pemerintah Kota Medan melakukan pemeriksaan langsung untuk memastikan pembangunan tersebut telah memenuhi ketentuan PBG, tata ruang, serta persyaratan teknis bangunan dan lingkungan.

Apabila dalam pemeriksaan ditemukan pelanggaran administratif atau ketidaksesuaian terhadap izin yang telah diterbitkan, warga meminta pemerintah melakukan penindakan sesuai kewenangan dan ketentuan hukum yang berlaku, termasuk melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) apabila memang terdapat pelanggaran yang menjadi kewenangannya.

Di sisi lain, hingga berita ini ditayangkan, belum terdapat keterangan resmi dari Pemerintah Kota Medan maupun pihak pengembang mengenai dugaan perbedaan jumlah unit tersebut.

Karena itu, informasi mengenai jumlah bangunan dan kesesuaiannya dengan PBG masih perlu dikonfirmasi serta diverifikasi oleh pihak berwenang.

Masyarakat berharap proses verifikasi dapat dilakukan secara transparan sehingga persoalan perizinan, tata ruang, dan drainase di kawasan tersebut dapat memperoleh kejelasan serta tidak menimbulkan keresahan di tengah warga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *