Belajar dari TPI Kualanamu, Peserta PKA LAN Aceh Soroti Layanan Imigrasi Cepat, Aman, dan Inklusif

by

KitaLidik.com | Deli Serdang :  Pelayanan keimigrasian di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandar Udara Internasional Kualanamu menjadi salah satu objek pembelajaran Kelompok 3 Peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan II Pusjar SKMK LAN Aceh dalam kegiatan Studi Lapangan Kinerja Organisasi.

Studi lapangan tersebut dilaksanakan di TPI Bandar Udara Internasional Kualanamu yang berada di bawah Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pengalaman pembelajaran secara langsung kepada peserta PKA mengenai penerapan kepemimpinan dan pengelolaan organisasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik, khususnya pelayanan keimigrasian di pintu masuk dan keluar wilayah Indonesia.

Dalam studi lapangan tersebut, peserta mempelajari berbagai aspek, mulai dari inovasi pelayanan, pemanfaatan teknologi, pengelolaan sumber daya manusia (SDM), manajemen risiko, pengawasan, pengukuran kinerja, hingga kolaborasi antarinstansi.

Salah satu hal yang menjadi perhatian peserta adalah pemanfaatan 30 unit Autogate dalam proses pemeriksaan keimigrasian. Teknologi tersebut memungkinkan proses pemeriksaan bagi pengguna layanan yang memenuhi persyaratan dilakukan secara lebih cepat, dengan waktu proses yang disebut dapat mencapai sekitar 10–15 detik.

Selain penerapan teknologi, peserta juga menyoroti aspek pelayanan yang inklusif melalui I-MED Prioritas. Layanan ini ditujukan untuk memberikan kemudahan dan perhatian khusus kepada kelompok pengguna layanan, antara lain lanjut usia, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta kelompok lain yang membutuhkan pelayanan prioritas.

Dari sisi volume pelayanan, TPI Kualanamu juga memiliki peran penting sebagai salah satu pintu perlintasan internasional di Sumatera Utara. Sepanjang 2025, tercatat lebih dari 2,4 juta perlintasan internasional melalui TPI Kualanamu.

Tingginya mobilitas tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keseimbangan antara kecepatan pelayanan, keamanan pemeriksaan, ketepatan prosedur, dan kenyamanan pengguna jasa.

Karena itu, studi lapangan tidak hanya diarahkan untuk melihat inovasi yang diterapkan, tetapi juga menggali faktor-faktor yang mendukung keberhasilan penyelenggaraan pelayanan tersebut.
Peserta PKA mempelajari bagaimana kepemimpinan berperan dalam menggerakkan organisasi, meningkatkan kompetensi petugas, mengelola kinerja, menerapkan pengawasan berbasis risiko, serta membangun koordinasi dan jejaring kerja dengan berbagai pemangku kepentingan.

Melalui kegiatan ini, pengalaman yang diperoleh peserta diharapkan tidak berhenti pada pemahaman mengenai sistem pelayanan di TPI Kualanamu. Berbagai praktik yang dinilai relevan dapat menjadi bahan pembelajaran dan diadaptasi sesuai kebutuhan pada unit kerja masing-masing.

“Studi lapangan ini memberikan gambaran nyata bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga membutuhkan kepemimpinan yang kuat, kompetensi SDM, manajemen risiko, pengawasan, serta kolaborasi antarinstansi,” ujar salah satu peserta PKA.

Peserta juga menilai penerapan teknologi dalam pelayanan publik perlu berjalan seiring dengan aspek inklusivitas. Kecepatan pelayanan harus tetap dibarengi dengan kemudahan akses bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.

“Kami melihat bahwa inovasi pelayanan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Pelayanan yang cepat harus tetap aman, prosedural, dan memberikan ruang yang setara bagi seluruh pengguna layanan,” ungkapnya.

Studi Lapangan Kinerja Organisasi Kelompok 3 PKA Angkatan II Pusjar SKMK LAN Aceh di TPI Kualanamu diharapkan menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran kepemimpinan administrator.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat mendorong peserta untuk membawa praktik-praktik positif yang diperoleh selama studi lapangan ke lingkungan kerja masing-masing, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas tata kelola organisasi dan pelayanan publik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *